Showing posts with label Triya Purnama Sari. Show all posts
Showing posts with label Triya Purnama Sari. Show all posts

Wednesday, March 23, 2016

Koloid



Koloid

Koloid merupakan suatu keadaan materi yang memiliki ukuran diantara ukuran partikel larutan dan suspensi. Apa yang membedakan antara koloid, larutan dan suspensi???  Kalau larutan bersifat homogen, bentuk dispersinya adalah dispersi molekular, tidak dapat diamati dan tidak dapat disaring ketika pemisahan. Sedangkan koloid bersifat homogen, bentuk dispersinya adalah dispersi padatan, dapat diamati dengan mikroskop ultra, dapat disaring dengan kertas saring ultra ketika pemisahan. Dan suspensi bersifat heterogen, bentuk dispersinya dispersi padatan, dapat diamati dengan mikroskop biasa, dapat disaring dengan kertas saring biasa ketika pemisahan.
Koloid dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu fase terdispersi dan fase pendipersi. Fase terdispersi adalah zat yang didispersikan kedalam zat lain. Sedangkan fase pendipersi adalah zat yang digunakan untuk mendispersikan fase dispersi.
Sifat-sifat koloid yaitu gerak brown, efek tyndall, muatan koloid. Gerak brown merupakan gerak zig-zag partikel koloid karena adanya tumbukan antar partikel koloid. Semakin kecil ukuran partikel maka gerak partikel koloid akan semakin cepat. Efek tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid ke segala arah. Muatan koloid adalah bagian permukaan koloid yang mempunyai kemampuan untuk menarik atom-atom sehingga menyebabkan permukaan partikel koloid mempunyai muatan.
Pembuatan koloid bisa dengan cara kondensasi, cara dispersi, dan cara busur bredig. Cara kondensasi adalah pembuatan koloid dengan cara penggabungan partikel-partikel larutan sejati menjadi partikel yang lebih besar. Cara dispersi adalah pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel koloid secara mekanik, peptisasi atau loncatan dengan bunga api listrik dan busur bredig. Cara busur bredig adalah cara pembuatan koloid jenis sol logam.

Daftar Pustaka
Sumarjono, S. (2014). Master Kimia (Langsung Pinter). Jakarta.

Waspada Kerupuk Kulit dan Kikil dari Sisa Limbah



Waspada Kerupuk Kulit dan Kikil dari Sisa Limbah

Kerupuk adalah jenis makanan ringan yang tidak dapat dipisahkan saat menyantap makanan sehari-hari. Tak ada kerupuk serasa tak komplit ketika makan. Kerupuk dapat terbuat dari berbagai bahan misalnya dari ikan, udang, jengkol, dan lain-lain. Salah satu jenis kerupuk yang banyak disukai orang adalah kerupuk kulit.  Kerupuk kulit yang rasanya gurih, sehingga membuat orang menggemari kerupuk kulit. Namun tak disangka, dibalik kelezatannya bisa berbahaya bagi kita.
Di kota-kota, banyak pedagang yang berbuat curang. Banyak beredar kerupuk yang terbuat dari sisa limbah kulit bekas industri misalnya industri sepatu, tas atau jaket. Sisa kulit ini sudah tercampur dengan bahan kimia berbahaya. Mereka menghasilkan kerupuk kulit yang gurih dengan cara limbah kulit dijemur terlebih dahulu dan dengan waktu yang lebih lama, kemudian baru digoreng. Setelah matang tentu saja kerupuk kulit ini bentuknya sama seperti kerupuk aslinya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika membeli kerupuk kulit karena jika kita konsumsi kerupuk kulit yang terbuat dari sisa limbah industri dapat menyebabkan kanker bahkan dapat menyebkan kematian. Untuk itu, kita dapat membedakan mana kerupuk yang asli dan mana yang palsu, yaitu :
·         Kerupuk kulit asli :
1.      Permukaaan kulit kasar dan berpori-pori
2.      Warna agak gelap
3.      Nyaman ditenggorokan
4.      Digoreng akan mekar
·         Kerupuk kulit palsu (terbuat dari kulit limbah industri) :
1.      Permukaan kerupuk cenderung halus atau licin
2.      Warna kerupuk lebih terang (karena banyak mengandung bahan kimia)
3.      Tidak nyaman ditenggorokan
4.      Tidak mekar saat digoreng

Tak hanya kerupuk kulit saja yang terbuat dari kulit sisa limbah industri, kikil pun ada yang terbuat dari kulit sisa limbah. Caranya dengan kulit sisa limbah direndam selama beberapa hari dengan menggunakan cuka hal itu dilakukan untuk menghilangkan bau bahan kimia tadi. Kemudian kulit dipanggang, dijemur dan direbus. Maka kikil rekondisi ini pun siap dipasarkan dan diolah menjadi beragam makanan dirumah.Walaupun secara kasat mata sulit untuk membedakannya, namun umunya kikil sisa limbah lebih lembek dan tidak berbau amis.
Oleh karena itu, kita harus selalu selektif ketika membeli bahan makanan. Jangan tergiur dan tertipu dengan harga murah karena bisa jadi makanan yang murah mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh kita.

Daftar Pustaka
PurnomoSYM19 ; Redaksi Siang Trans7;(11-30)

Waspadai Minyak Bercampur Plastik!!!!



Waspadai Minyak Bercampur Plastik!!!!!!


Gorengan adalah makanan kesukaan masyarakat. Gorengan merupakan makanan alternatif untuk mengemil, karena makanan ini mudah di dapat. Tak hanya itu saja, gorengan pun memiliki banyak macam-macamnya misalnnya gorengan tahu, tempe, cireng, molen dan lain-lain. Hampir setiap jalan banyak pedagang gorengan. Namun, kita harus waspada atau berhati-hati ketika membeli gorengan di luar. Karena zaman sekarang banyak pedagang berbuat curang. Demi mendapatkan keuntungan yang besar, mereka mencampurkan plastik ke dalam minyak goreng yang akan digunakan untuk menggoreng. Karena plastik yang dicampurkan kedalam minyak goreng membuat makanan atau gorengan tersebut menjadi lebih gurih dan renyah serta membuat gorengan menjadi tahan lama. Beda halnya dengan menggunakan minyak murni, gorengan akan lembek, tidak gurih, dan tidak kriuk-kriuk.
Para pedagang melakukan hal itu dengan cara mencelupkan benda-benda plastik seperti kantung plastik, sedotan, dirijen plastik ke dalam minyak yang akan digunakan untuk menggoreng. Tungggu sampai plastik-plastik tersebut meleleh lalu menggoreng gorengan tersebut menggunakan minyak tersebut. Untuk itu kita harus waspada dan mengetahui mana yang menggunakan minyak murni dan mana yang menggunakan minyak bercampur plastik. Hal yang mudah untuk membedakannya adalah membakar gorengan tersebut. Jika gorengan itu terbakar dan menyala api berarti gorengan itu menggunakan minyak bercampur plastik. 
Saya dapat mengetahui hal itu karena teman saya membeli gorengan namun gorengan itu berbeda seperti gorengan biasanya sehingga saya bakar gorengan itu dan ternyata gorengan itu terbakar dan meleleh seperti plastik yang dibakar.
 Itu adalah cara yang mudah untuk membedakan mana gorengan yang menggunakan minyak murni dan minyak bercampur plastik. Ada pula ciri-ciri atau tanda-tanda yang lain, yaitu :
1.      Gorengan dijual dengan harga sangat murah
Jika ada pedagang yang menjual gorengan dengan harga yang beda dengan pedagang lain (sangat murah) kita harus berhati-hati dan waspada. Karena bisa jadi menggunakan bahan yang basi atau menggunakan minyak bercampur platik.
2.      Gorengan renyah
Kita membeli gorengan sudah berjam-jam namun masih renyah. Hal itu menandakan bahwa gorengan tersebut menggunakan minyak oplosan (minyak dicampur plastik). Karena minyak bercampur plastik akan membuat makanan atau gorengan itu akan tetap renyah dalam waktu yang lama.
3.      Gorengan dengan warna mengkilap
Gorengan berwarna mengkilap berarti digoreng menggunakan minyak goreng yang dicampur dengan plastik. Biasanya gorengan yang menggunakan minyak dicampur plastik akan berwarna kuning keemasan mencolok.
4.      Ada bercak putih pada gorengan
Bercak-bercak putih pada gorengan ini berasal dari plastik yang dilelehkan di dalam minyak goreng. Plastik ini lelehnya tak sempurna sehingga menggumpal dan melekat pada kulit gorengan.

Meskipun gorengan menggunakan minyak bercampur plastik rasanya enak dan gurih serta warnanya lebih menarik, namun mengkonsumsinya sangatlah berbahaya bagi tubuh. Plastik itu sendiri sangat sulit untuk dicerna oleh tubuh. Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik akan memicu munculnya kanker. Sehingga jika kita memakan makanan yang menggunakan minyak semacam itu dan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan penyakit kanker misalnya kanker hati, kanker usus besar, kanker otak.
Oleh karena itu, jika kita ingin membeli makanan yang digoreng terutama membeli gorengan  kita harus berhati-hati dan waspada. Kita bisa membedakan mana jenis makanan atau gorengan yang menggunakan minyak murni dan minyak bercampur plastik sesuai ciri-ciri atau tanda-tanda yang sudah dijelaskan diatas.



Daftar Pustaka
http://www.kompasiana.com/rayiandrika/bahaya-gorengan-berplastik_55296393f17e614d698b45f6


Bahaya Air Rebusan Mie Instan!!!



Bahaya Air Rebusan Mie Instan!!!!!!!!!!!!

Mie instan merupakan makanan yang banyak disukai orang. Karena mie instan mudah didapat, praktis membuatnya, dan rasanya yang enak. Tak hanya itu saja, mie instan juga daya simpannya cukup lama dan harganya yang terjangkau sehingga makanan ini menjadi pilihan bagi mereka yang tinggal sendiri misalnya mahasiswa yang tinggal di kosan. Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi mie instan juga tidak baik bagi tubuh karena tidak dapat mencukupi keseimbangan gizi yang diperlukan tubuh manusia. Dan yang paling beresiko pada mie instan yaitu pada kandungan bahan pengawetnya atau sering disebut MSG (Monosodium Glutamat) serta beberapa bahan pewarna makanan yang ada di mie.
Tak hanya itu saja, air sisa rebusan mie pun berbahaya bagi tubuh kita jika ikut bersama mie instan yang akan dikonsumsi. Air sisa rebusan mie instan mengandung minyak sehingga air sisa rebusan mie instan terlihat keruh dan berminyak. Air rebusan mie instan juga membuat zat kimia yang terkandung pada mie instan keluar atau luluh bersama air rebusan tersebut. Saat air rebusan mie instan itu membuat bahan pengawet serta kandungan lain yang beresiko bagi kesehatan tidak akan hilang semua, tetapi akan menyusut sedikit saat air rebusan pertama kali, namun bahan yang berbahaya itu akan tetap melekat walaupun sebagian. Oleh karena itu, kuah sisa rebusan mie instan sangat berbahaya apabila ikut dikonsumsi bersama mie instan. Disini saya akan memberi tips cara memasak mie instan yang baik :
1.      Jangan terlalu sering mengonsumsi mie instan. Karena dalam mie instan terdapat kandungan yang berbahaya. Butuh empat hari untuk mengeluarakan atau menghilangkan bahan pengawet. Jadi kita mengonsumsi mie instan minimal empat sampai lima hari sekai.
2.      Merebus mie instan minimal dua kali. Air rebusan pertama jangan dikonsumsi. Jika memasak mie goreng maka setelah direbus, tiriskan dan bilas terlebih dahulu dengan air matang. Dan jika memasak mie kuah, buang air rebusan pertama dan mengganti dengan air matang lain.
3.      Kalau memungkinkan, ganti bumbu dalam kemasan mie dengan bumbu dapur alami.
4.      Waspada ketika membeli mie instan, lihat tanggal kadaluwarsa, komposisi, kemasan tidak cacat atau robek.

Jadi jika kita ingin memasak mie instan terutama mie kuah untuk kuahnya jangan menggunakan air rebusan mie tersebut, namun menggunakan air matang lain. Karena air rebusan mie tersebut membuat zat kimia yang terkandung dalam mie instan luluh atau bercampur pada air tersebut.



Daftar Pustaka
http://www.kompasiana.com/ricky.s.guntur/bahaya-makan-mie-instan-pake-air-sisa-rebusan_54f96e4ba33311106a8b456e