Showing posts with label Dian Lestari. Show all posts
Showing posts with label Dian Lestari. Show all posts

Monday, March 21, 2016

Rayap, Si Hama Lucu Penghasil Selulosa





Sering gak sih teman-teman melihat serangga yang satu ini. Makhluk ini sangat dibenci orang loh, kenapa? Alasannya sangat singkat, dia merupakan hama, memakan kayu, rumput dan dedauan yang sudah mati. Hampir semua jenis rayap merupakan hama. Karena makanan utama rayap adalah kayu, makhluk ini bisa menyebabkan kerusakan rumah. Nah, untuk mengisi waktu kosong dan menemani waktu santai teman-teman, saya ingin mengajak teman-teman membahas mahkluk yang kecil dan lucu ini, hihihi... lanjut ke topik pembicaraan.
Rayap merupakan salah satu jenis serangga dalam ordo Isoptera. Rayap mencerna selulosa yang dikandung oleh kayu dan dedaunan yang sudah mati. Selulosa adalah polimer berantai panjang polisakarada karbohidrat dari beta-glukosa yang kaya akan energi, tetapi selulosa susah dicerna.
Rayap bisa mencerna selulosa dengan bersimbiosis dengan protozoa seperti Trichonympa, dengan beberapa bantuan dari bakteri yang melekat di tubuh rayap yang menghasilkan enzym pencerna selulosa (selulosa enzym). Simbiosis ini bersifat mutualisme dimana kedua belah pihak diuntungkan. Bakteri dan protozoa dalam tubuh rayap menghasilkan enzym selulosa untuk mencerna selulosa untuk dicerna oleh rayap sebagai makanan, dan rayap mengeluarkan kotoran yang akan dicerna oleh bakteri dan protozoa dalam tubuh rayap.
Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan, meskipun dia dikenal sebagai hama. Rayap dapat menghasilkan sampai dengan dua liter hidrogen dari proses pencernaan satu lembar kertas, membuat rayap menjadi bioreaktor yang paling efisien di dunia. Rayap dapat menghasilkan hidrogen dalam jumlah besar, kemudian rayap mencerna selulosa menjadi gula sederhana dengan proses fermentasi yang menghasilkan hidrogen. Rayap menggunakan hidrogen dan gula untuk membentuk asetat yang berguna untuk energi rayap.
Nah, sekarang teman-teman sudah tahukan, bahwa didalam tubuh rayap ternyata terdapat bakteri yang dapat mengahasilkan enzim selulosa. Cukup sekian artikel dari saya, sampai jumpa...

References
Anonim. (2016, Maret 15). Rayap. Diambil kembali dari Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Rayap
CMIIW. (2008, Oktober 2). Rayap, serba serbi si hama lucu ini. Retrieved Maret Senin, 2016, from Wordpress: https://syraru.wordpress.com/2008/10/02/kamu-tahu-rayap/





Sunday, March 20, 2016

Duwet atau Jamblang, Buah Langka Kaya Manfaat


Tentunya teman-teman sudah mengenal dengan buah yang satu ini, bukan? Ya di waktu kecil kita sering memakannya, buah duwet atau jamblang atau juwet ini masih sangat mudah dicari. Di pasar-pasar tradisioanl pun banyak penjajak buah yang satu ini, mereka memasukkan buah itu ke dalam kantong plastik-kantong plastik kecil dan biasa dijadikan oleh-oleh para ibu sepulang dari pasar.
Tetapi saat ini, buah ini semakin susah dicari, bahkan anak-anak kecil generasi sekarang sudah banyak yang tidak kenal jika dulu orang tuanya pernah mengkonsumsi buah yang kalau matang berwarna ungu gelap yang bernama duwet ini. Berawal dari hal inilah maka tulisan kali ini akan mencoba mengenalkan kembali buah Duwet atau Jamblang ini karena ternyata buah ini memeiliki banyak manfaat sebagai obat herbal disamping buahnya bisa dikonsumsi secara langsung. Okay, langsung saja kita mulai pembahasannya mengenai “buah duwet”
Jamblang atau disebut juga buah duwet memiliki nama ilmiah Syzigium cumini. Duwet memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, terkait dengan aktivitas antioksidannya yang tinggi yang disebabkan warna (pigmen) ungu yang dikenal dengan nama antosianin. Antioksidan ini berperan penting dalam mencegah dan memerangi aneka penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner dan kanker.
Saat ini di Indonesia, jamblang tergolong ke dalam tumbuhan langka. Kurangnya pembudidayaan tumbuhan tersebut, merupakan salah satu faktor utama terkait dengan kelangkaannya. Padahal, jamblang memiliki segudang manfaat. Hampir seluruh bagian tumbuhan tersebut telah diketahui kegunaannya. Berikut ini manfaat jamblang:
a.       Bagian kulit kayu bermanfaat untuk mengobati diabetes, Buah jamblang berpotensi sebagai anti kanker
b.      Bagian daunnya memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai antioksidan, anti virus, anti inflamasi (penghilang radang), dan berperan dalam menurunkan kadar gula dalam darah (anti diabetes), mengobati konstipasi, dan menghilangkan alergi
c.       Bagian buahnya kaya akan kandungan antosianin yang berperan penting sebagai antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas 
d.      Zat antosianin yang memberikan warna ungu pada kulit buah jamblang, juga merupakan sumber pewarna alami yang sangat potensial digunakan dalam industri pembuatan makanan 
e.       Selain antosianin, buah jamblang mengandung zat-zat antara lain Vitamin C, Vitamin A, Riboflavin, kolin, asam folat, asam amino
f.        Buah jamblang juga mengandung aneka zat mineral, antara lain natrium, kalium, kalsium, posfor, zat besi, seng, dan mangan;Manfaat buah jamblang lainnya, yaitu sebagai penurun kolesterol dan anti diabetes. 
Sekarang teman-teman sudah tahukan, ternyata buah yang langka seperti ini memiliki begitu banyak manfaat bagi kehidupan kita. Untuk itu sebaiknya pemerintah harus mau memelopori gerakan budidaya pohon duwet ini. Dan satu lagi yang penting, jika dibiarkan seperti saat ini dimana pohon duwet sudah semakin langka maka dikhawatirkan beberapa tahun ke depan pohon ini benar-benar bisa punah dari bumi Nusantara ini.
Sekian artikel yang dapat saya bagi, semoga bermanfaat... 

References
A, A. (2015, Juni 12). Duwet, Buah Langka yang Kaya Manfaat. Retrieved Maret Minggu, 2016, from Agro Bisnis: http://www.agrobisnisinfo.com/2015/05/duwet-atau-jamblang-buah-langka-yang.html
Anonim. (2014, Juli 13). Manfaat dan  Khasiat Duwet Bagi Kesehatan. Retrieved Maret Minggu, 2016, from Herbal News Pedia: http://herbalnewspedia.blogspot.co.id/2014/07/manfaat-dan-khasiat-jamblang-duwet-bagi.html
Anonim. (2015, Juli 11 ). Wikipedia. Retrieved Maret Minggu, 2016, from Jamblang: https://id.wikipedia.org/wiki/Jamblang

Friday, March 18, 2016

Pembentukan Akrilamida dalam Makanan


Akrilamida (CH2=CHCONH2) adalah senyawa kimia berwarna putih, tidak berbau, berbentuk kristal padat yang sangat mudah larut dalam air dan mudah bereaksi melalui reaksi amida atau ikatan rangkapnya. Monomernya cepat berpolimerisasi pada titik leburnya atau di bawah sinar ultraviolet. Akrilamida dalam larutan bersifat stabil pada suhu kamar dan tidak berpolimerisasi secara spontan. (Harahap,Y, 2006).
Akrilamida diketahui sebagai penyebab kanker pada hewan dan kemungkinan pada manusia, dan pada dosis tertentu dapat meracuni sistem syaraf hewan maupun manusia Akrilamida terbentuk secara alami di dalam makanan yang dimasak atau diolah menggunakan suhu tinggi, dan meningkat kandungannya dengan semakin lama pemanasan. Sampai saat ini, kandungan paling tinggi terdapat pada makanan berpati (seperti kentang, keripik kentang, keripik pisang, pop corn dan produk-produk serealea).
Keripik pisang ini mengandung jumlah akrilamida yang cukup tinggi. Keripik ini merupakan salah satu jajanan tradisional masyarakat Indonesia yang sering dikonsumsi. Pisang merupakan salas satu jenis buah-buahan yang memiliki karbohidrat tinggi. Kandungan gizi dalam pisang sangat lengkap mulai dari air, karbohidrat, protein, asam-asam organik, vitamin, dan mineral. Karbohidrat dalam pisang terutama adalah amilum dan gula-gula alami seperti fruktosa, sukrosa, dan glukosa. Asam amino utama dalam pisang yaitu triptofan, yang sangat berperan dalam metabolisme serotonin dalam sistem hormon manusia (Nurchasanah, 2005; Briawan, 2005). Karena tingginya kandungan karbohidrat (terutama gula pereduksi) dan asam aminonya, pengolahan pisang  pada suhu tinggi (seperti pada keripik pisang) diduga menghasilkan akrilamida sebagai hasil reaksi samping antara gula pereduksi dan asam amino.
Akrilamida merupakan senyawa yang kecil dan sederhana. Senyawa ini dapat terbentuk pada pemanasan makanan melalui beberapa mekanisme berbeda, yang dapat melibatkan reaksi dari karbohidrat, protein, asam amino, dan lemak. Beberapa mekanisme pembentukkan akrilamida dikemukakan seperti:
1.      Pembentukkan melalui akrolein atau asam akrilat yang dapat dihasilkan dari degradasi lemak, karbohidrat atau asam amino bebas.
2.      Pembentukkan melalui dehidrasi/dekarboksilasi beberapa asam-asam organik, seperti asam malat, asam laktat dan asam sitrat.
3.      Pembentukkan langsung dari asam-asam amino.
Untuk menurunkan kandungan akrilamida dalam makanan, maka diperlukan usaha untuk mencegah terbentuknya senyawa akrilamida. Hal ini dapat dilakukan dengan mengolah makanan di bawah suhu 120oC atau proses pemanasan dilakukan dalam waktu yang singkat. Selain itu, pencegahan terbentuknya akrilamida dapat dilakukan dengan menurunkan ataupun menghilangkan kandungan asparagin di dalam bahan baku sebelum diolah. Kandungan asparagin dapat diturunkan dengan cara enzimatik maupun proses mikrobiologis (fermentasi).
          Semoga bermanfaat teman...
 
References
Saepudin, A. (t.thn.). Akrilamida. Retrieved Maret Jumat, 2016, from Kimia Farmasi: https://kimiafarmasi.wordpress.com/2010/09/04/akrilamida/#more-120
Semad. (2010, October 26). Akrilamida Pada Pangan Olahan. Retrieved Maret Jumat, 2016, from Nyoman S Antara: http://staff.unud.ac.id/~semadiantara/?p=247
 Thalip, F. (2009, Agustus Kamis). Akrilamida, Bahaya Kelezatan. Retrieved Maret Jumat, 2016, from Kompas: http://health.kompas.com/read/2009/08/13/09063542/akrilamida.bahaya.kelezatan