Friday, March 18, 2016

Fosil




Ta’arufan Dengan Fosil Yuks..
Assalamu’alaikum.wr.wb
                           Apa kabar sahabat semua ? Semoga kalian sehat selalu yah dan terus dalam lindungan Allah swt. Aamiinn.. J Ok pada minggu lalu kita telah belajar dan membahas tentang ledakan, nah pada kesempatan yang baik ini, saya akan mengajak sahabat semua untuk mengenal apa itu fosil. Namun, sebelum sahabat tahu  apa itu fosil, dalam tulisan ini akan dijelaskan sedikit mengenai perkembangan bumi, karena hal itu sangat terkait dengan keberadaan fosil di bumi tercinta


Bagaimanakah Asal-Usul Bumi ?
Apakah diantara sahabat ada yang tahu, kapankah bumi itu terbentuk ? Nah beberapa ahli geologi menyatakan bahwa bumi terbentuk pada 4,6 milyar tahun yang lalu. Pada waktu itu, kondisi bumi masih berupa cairan pijar yang sangat panas, selain itu atmosfir juga belum terbentuk sehingga benda angkasa lain seperti meteor sangat mudah jatuh ke permukaan Bumi. Oleh karena itu pada masa ini mustahil kalau ada kehidupan.
Apakah sahabat tau bagaimanakan pembagian skala waktu geologi ? Nah, dalam geologi sahabat mengenal apa yang dimaksud dengan skala waktu geologi, dimana skala tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu : Kurun, Masa, Zaman dan Kala. Maksudnya dalam satu kurun itu terdiri beberapa Masa (contoh Masa Paleozoikum, Mesozoikum dan Kenozoikum), kemudian di dalam satu Masa itu dibagi lagi menjadi beberapa Zaman ( contoh masa Kenozoikum dibagi menjadi zaman kwarter dan zaman tersier) selanjutnya Zaman juga dibagi lagi menjadi beberapa kala (contoh zaman Kwarter dibagi menjadi kala Halosen dan kala Pleistosen). Pembagian waktu tersebut digunakan untuk menetukan umur fosil yang disesuaikan dengan keadaaan alam pada setiam zamannya.

Bagaimana Kita Tahu Pernah Ada Kehidupan ?

Nah, kehidupan di muka bumi dapat diketahui dari temuan sisa kehidupan yang terawetkan  dalam kulit bumi  yang dinamakan FOSIL. Fosil (berasal dari bahasa Latin, fossilis  yang berarti ‘menggali’),  adalah sisa atau bukti kehidupan organisme (hewan, tumbuhan, manusia) pada masa lalu (ratusan ribu, jutaan, ratusan juta tahun) yang terawetkan (secara alami) dalam kerak bumi. Oleh karena padat dikatakan bahwa fosil adalah indikasi atau bukti kehidupan dimasa lalu.
 
Kapan Kehidupan Mulai Muncul.. ?
Kehidupan mulai muncul pada kurun waktu 3,5 milyar tahun yang lalu (Arkeozoikum), dicirikan dengan kehadiran bakteri dan ganggang. Lalu bakteri dan ganggang ini terus berkembang dan pada akhirnya seperti yang ada sekarang ini. Kedua organisme ini (bakteri dan Ganggang) terfosilkan sebagai cyanobacteria (stromatolit) Fosil cyanobacteria tertua ditemukan di Australia Barat. Untuk mengukur umur kehidupan di muka bumi digunakan Skala Waktu Geologi. Pembagiannya skala waktu geologi dapat sahabat lihat dibawah ini :

Apakah Fosilisasi (Taphonomi) itu ?
                        Menurut sahabat bagaimana proses terbentuknya fosil itu? Nah proses pembentukan fosil itu dinamakan dengan Fosilisasi. Yaitu proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat terjadinya pemfosilan yaitu antara lain :
·         Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras
·         Mengalami pengawetan
·          Terbebas dari bakteri pembusuk
·         Terjadi secara alamiah
·          Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit
·         Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu

.
Apakah Semua Bagian Organisme Dapat  Terfosilkan ?
Perlu sahabat ketahui bahwa tidak semua organisme atau bagian organisme itu dapan terfosilkan. Ada beberapa syarat agar organisme tersebut berhasil menjadi fosil, diantaranya adalaah sebagai berikut :
·         Permineralisasi (silisifikasi), yaitu pengisian organisme yang terkubur oleh silikat, kalsit atau pirit contoh : fosil kayu, tulang
·         Cast dan Molds, yaitu bentuk organisme yang tercetak dalam lapisan batuan dimana organismenya sendiri telah hancur dinamakan external mold, bila cetakan tersebut terisi oleh mineral  lain dinamakan cast. Internal mold adalah material yang mengisi ruang dalam cangkang. 
·         Tidak terubah (unaltered pereservation), contoh : serangga yang terperangkap dalam amber (getah) 
·         Replacement dan rekristalisasi, bagian keras organisme (cangkang, tulang) hilang/larut digantikan oleh mineral lain seperti kalsit, silika, pirit, besi. Bila cangkang masih utuh tetapi ada perubahan kristal misal dari aragonit ke kalsit, dinamakan rekristalisasi

·         Karbonisasi (carbonization, coalification), yaitu substitusi karbon menggantikan unsur lain seperti oksigen, hidrogen, nitrogen Contoh : batubara

                        Oh ya sahabat, fosil juga dapat dibedakan berdasarkan ukurannya loh, yaitu fosil mikro dan fosil makro. Nah., contoh fosil mikro sendiri adalah : Foraminifera, Konodonta, Radiolaria, Polen/serbuk sari dan Jasad renik. Sedangkan contoh fosil makro adalah : vertebrata, invertebrata, kotoran, bahan bakar, amber/getah, jejak dan telur. Untuk lebih jelasnya sahabat dapat melihatnya dalam gambar berikut :



Mmm.. Tau Engga Sih Macam-Macam Fosil Itu  Apa ajah..?
Nah sahabat, setelah kita mengetahui apa itu fosil, dan syarat terbentuknya fosil, selanjutnya yuks kita ta’arufan dengan macam-macam fosil berikut ini :
·         Body fossil (fosil tubuh), contohnya fosil tulang, telur, gigi, sarang, kuku (cakar), tengkorak, kerangka.

·         Trace fossil (fosil jejak), contohnya fosil jejak kaki, telur, lubang bekas tempat tinggal , jejak gigi/toothmark (biasanya pada tulang dinosaurus), sarang,  coprolit, gastrolit (gizzard stones).

·         Pseudo fossil (fosil semu), yaitu pola yang terbentuk pada batuan yang mirip fosil contoh : dendrit mangan, konkresi batugamping, pseudocoprolite.  

·         Living fossil (‘fosil hidup’), yaitu spesies yang diperkirakan sudah punah tapi ternyata masih ditemukan sekarang, contoh : coelacanth (ikan), monoplacophora moluska), tuatara.
  
Ada Yang Pernah Dengar Apa Itu Fosil Indeks ?

                        Ok sahabat, fosil indeks atau disebut juga fosil petunjuk (fosil zona),  adalah fosil yang digunakan   untuk menetapkan dan mengidentifikasi perioda geologi atau jenjang fauna. Fosil indek mempunyai sebaran horizontal yang luas, rentang waktu terbatas (pendek). Fosil indek dapat membantu menginformasikan umur fosil lain dalam lapisan yang sama.
Tidak semua fosil loh dapat diajadikan fosil indeks, mereka (fosil) harus memeneuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan seperti :
·         Mempunyai lingkungan yang independen
·         Cepat berevolusi
·         Sebaran luas (secara geografis)
·         Jumlah melimpah
·         Cepat terawetkan (terfosilkan)
·         Mudah dikenali

Apa Sih Kegunaan Fosil Indeks Itu?
Perlu sahabat ketahui juga, bahwa fosil indeks juga disebut sebagai fosil yang menyediakan informasi tentang satu lapisan batuan dimana fosil tersebut ditemukan. Fosil indek digunakan untuk menetapkan umur daripada satu lapisan, lingkungan pengendapan. Fosil indek juga digunakan untuk membandingkan atau mengkorelasikan lapisan batuan pada tempat-tempat yang berbeda. Para ahli geologi dan paleontologi menggunakan fosil indek untuk mempelajari sejarah kehidupan dan sejarah geologi Bumi. Fosil indek juga dinamakan fosil petunjuk (guide fossil), key fossil, type fossil, zonal fossil, characteristic fossil, dan diagnostic fossil.
Nah ada beberapa yang dapat kita gunakan sebagai fosil indeks, tentu saja yah fosil-fosil tersebut telah memenuhi semua kreiteria yang telah ditetapkan. Ok langsung saja inilah beberapa fosil yang digunakan sebagai fosil indeks :
  •  Amonit : Devon-Kapur
  •  Brakiopoda : Kambrium-Resen
  •  Graptolit : Kambrium- Karbon Tengah
  •  Trilobit : Kambrium-Perem
  •  Echinoid : Kambrium-Resen
  •  Foraminifera : Kambrium-Resen
  •  Polen (mikrofosil) : Kapur-Resen

  •  Conodonta (mikrofosil)

Hmhm.. Sahabat Ada Yang Tau Dimana Fosil dan Ditemukan ?
Fosil dapat ditemukan pada batuan sedimen, kadang-kadang ibawah debu volkanik dan lava, tapi yang dua terakhir ini sangat jarang. Sebagai info sahabat saja, kalau batuan sedimen itu merupakan batuan yang paling banyak penyebarannya di permukaan bumi, yaitu sekitar >75%. Selain itu batugamping, batupasir, dan batulempung merupakan batuan yang sangat baik sebagai tempat dimana fosil ditemukan. Contoh fosil yang berhasil ditemukan adalah cetakan tubuh manusia yang terkubur oleh debu volkanik , yang ditemukan di Pompeii akibat letusan G. Vesuvius pada tahun 1979.


Bagaimana Yah Menentukan Umur Fosil ?
Sebelum sahabat mengetahui cara menetukan umur sebuah fosil, maka ada satu hal yang harus ketahui terlebih dahulu. Nah, sahabat harus mengetahui bahwa dalam waktu geologi mengenal 2 macam pembagian yang diidasarkan pada 2 macam penentuan, yaitu :
-          Penentuan Umur Relatif,
-          Penetuan Umur Absolut
Sebagai informasi tambahan saja, Umur Relatif adalah umur yang ditentukan berdasarkan posisi batuan atau fosil relatif terhadap posisi batuan atau fosil sekitarnya. Nah, kalau sahabat menggunakan metode ini, maka sahabat akan menghasilkan skala waktu relatif.
Sedangkan jika sahabat menggunakan metose penetuan umur absolut/Tru Aage (pengukuran berdasarkan unsur radioaktif yang terdapat pada batuan tersebut dengan mengukur waktu paruhnya), maka sahabat akan memperoleh umur0umur yang pasti (absolute age). Contohnya dengan Carbon 14 (C14) dating (untuk fosil  yang berumur kurang dari 50.000 tahun), dan Radioisotop dating (U-235, Pb-207, Potasium-40, Uranium-Thorium, Rubidium/Strontium).






Baiklah sekarang sahabat sudah tau kan apa itu fosil dan segala sesuatu yang berhubungan dengan fosil ? Nah, terimakasih atas perhatian terhadap tulisan ini. Semoga tulisan ini dapat menfaat bagi penulis dan sahabat semua. Aamiinn..
OK By By...! See You,..!!
                Wassalamu'alaikum.wr.wb

REFERENSI

19/03/2016 9:46:47

No comments:

Post a Comment