Sunday, March 20, 2016

Kertas ATM Bisa Memicu Kanker?




Bagi Anda yang kerap bersentuhan dengan thermal paper seperti kertas faksimili atau struk ATM sebaiknya lebih waspada. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar thermal paper yang digunakan mengandung zat kimia yang berpotensi memicu kanker (karsinogenik) yakni Bisphenol A (BPA).  Thermal paper adalah kertas yang diresapi dengan suatu bahan kimia yang akan berubah warna bila terkena panas.
Sebuah yayasan konsumen di Taiwan akhir November lalu melakukan pengujian terhadap beberapa contoh  thermal paper yang digunakan masyarakat. Sampel tersebut di antaranya diambil dari 7 merek kertas faksimili yang dijual di toko-toko, 20 sampel struk dari ATM,  kantor pos, pusat perbelanjaan dan sampel dari sebuah mal di Taiwan.
Hasilnya menunjukkan, sekitar 60 persen sampel thermal paper tersebut mengandung BPA. Setidaknya 18 dari 28 sampel yang diuji mengandung zat kimia tersebut dengan kadar antara 10 hingga 50 ppm (parts per million). Selain dikenal sebagai zat kimia yang dapat mengacaukan hormon, BPA juga dikaitkan dengan penyakit kanker, obesitas dan pubertas dini.
Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (US Environmental Protection Agency) pun pernah menguji kandungan BPA dalam thermal paper, khususnya struk ATM.  Pengujian menunjukkan, 2,5 mikrogram  BPA akan terpapar dari struk ATM ke tangan manusia jika struk tersebut dipegang selama  sekitar 10 detik. Paparan ini akan meningkat hingga 1,5 kali jika struk ini diremas-remas oleh tangan.
Negara-negara di dunia sendiri mulai menyadari akan acaman BPA terhadap kesehatan. Kanada melarang penggunaan BPA dalam botol susu pada 2008, sedangkan Uni Eropa menentukan batas legal  BPA untuk kontainer plastik sebesar 30 ppb (parts-per-billion).

Otoritas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) sendiri pada tahun 2008 menyatakan bahwa BPA adalah zat yang aman. Tetapi FDA juga mengkhawatiran risiko kesehatan yang ditimbulkan zat berbahan polikarbonat yang banyak dipakai dalam kemasan plastik itu.

Dalam pernyataannya, FDA pernah mengatakan BPA berpotensi membahayakan otak, menyebabkan gangguan perilaku, serta menimbulkan efek serius pada kelenjar prostat janin, bayi dan anak-anak. Untuk itu, FDA akan bekerjasama dengan lembaga riset pemerintah untuk mengetahui dampak senyawa kimia ini pada hewan dan manusia.

Sumber           :

candra, a. (2011, januari 10). Retrieved maret 20, 2016, from http://kompas.com



No comments:

Post a Comment