Monday, March 21, 2016

DI BALIK CANTIKNYA PEWARNA RAMBUT



Apakah teman-teman pernah mengecat rambu?..... kira-kita tahu tidak resiko dan zat yang terkandung dalam cat rambut ?...... artikel ini akan menjelaskan sedikit tentang resiko dan zat yang terkandung dalam cat rambut, silahkan disimak ya teman-teman…
Kita ketahui terlebih dulu apa itu rambut ?..... jadi rambut itu adalah keratin, yaitu sejenis protein yang juga sama ditemukan pada kulit dan kuku. Warna alami pada rambut bergantung pada perbandingan dan jumlah dari 2 jenis protein yang terkandung didalamnya. Dua jenis protein tersebut bernama Eumelanin dan Phaeomelanin.
Eumelanin adalah zat yang berperan pada pewarna rambut cokelat ke corak hitam, sedangkan Phaeomelanin   berperan pada pewarna rambut keemasan, kuning jahe dan merah. Ketidak ikut sertaan salah satu dari melanin tersebut akan mengakibatkan warna putih atau abu-abu pada rambut.

Taukah teman-teman apa kaitan zat kimia pada rambut ?.... di zaman sekarang ini banyak orang yang tidak puas dengan keadaan fisik yang dimilikinya, terutama pada warna rambut. Mereka merasa kalau warna hitam pada rambut mereka itu sudah biasa dan semua orang memilikinya, dan mereka ingin sesuatu yang berbeda dengan warna rambutnya. Rata-rata mereka juga meniru para artis yang rambutnya juga diwarna. Ada yang warnanya kuning, merah, coklat, emas, hijau, dll. hal ini membuat pewarna rambut menjadi trend yang terus melekat pada orang-orang, khususnya pada kaum wanita.

Taukah teman-teman bagaimana proses zat kimia yang terjadi pada saat kita melakukan pengecatan pada rambut kita ?..... mari kita bahas semua yang berkaitan dengan pengecatan rambut serta reaksi kimia dengan kemungkinan-kemungkinan dampak kesehatan rambut itu sendiri.
Ada berbagai macam metode atau cara mengecat rambut. Praktik yang umum sekarang ini, rambut di bleaching terlebih dahulu sebelum dicat. Pada saat di bleaching, rambut dikerok dan ditipiskan agar zat berwarna mudah masuk kedalam rambut. Bleaching, secara otomatis menggunakan bahan Amonia. Bahan kimiawi aktif ini, dapat mengakibatkan kerontokan dan kebotakkan. Saat bahan ini digunakan kulit akan terasa perih. Ada juga bahan-bahan lain yang perlu diwaspadai seperti, P-Phenylenediamine (PPDA), Rhodamin B, dan Hydroquinon. PPD yang merupakan alergen atau zat pencetus alergi, bisa menyebabkan kelopak mata bengkak atau gatal-gatal, serta merah-merah sekeliling garis rambut. Seperti gambar dibawah ini:

Sementara itu cat rambut bewarna pirang pun bisa membuat kulit pecah-pecah, kulit kepala akan terasa panas dan kepala menjadi pusing yang disebabkan oleh pemutih Peroxide dan Amonia. Amonia bermanfaat untuk penetrasi cat kedalam rambut. Biasanya kandungan Amonia tercantum pada label, jadi sebaiknya anda memeriksa terlebih dahulu label yang ada di cat rambut dan tidak pasrah begitu saja kepada salon atau pinata rambut.
          Selain itu dampak negative bagi kesehatan yang bisa ditimbulkan dari proses mewarnai rambut, seperti kutipan dari Lifemojo, Kamis (21/7/2011) yaitu:
·        Iritasi kulit dan alergi, iritasi kulit ini biasanya terjadi dalam 48 jam setelah pemakaian, jika dalam 48 jam tidak ada efek samping berati kulit anda aman terhadap pewarna rambut.
·         Kerusakan pada rambut, kerusakan rambut ini biasanya ditandai dengan rambut kusam, rapuh, kasar dan rusak. Ujung rambut yang bercabang juga menunjukkan bahwa rambut tidak sehat.
·        Perubahan warna kulit, bahan kimia dalam rambut akan mempengaruhi protein dalam rambut, kulit dan kuku. Karenanya sangat penting menggunakan sarung tangan untuk perlindungan dan menggunakan krim di sekitar garis rambut.

Menurut para ilmuan Leeds, yang berbasis pada perusahaan Green Chemicals, penting bagi konsumen untuk mengetahui resiko kesehatan itu. Para ilmuan berkata “Bahan kimia pnyebab kanker itu disebut Amina sekunder”.    
          Amina adalah zat kimia yang berfungsi membuka pigmen rambut kita yang selanjutnya akan diganti dengan pewrana sesuai dengan yang kita inginkan. Sementara amina sekunder adalah sisa amina yang masuk ke dalam kulit kepala. Amina sekunder yang bisa masuk ke dalam kulit dan menetap di rambut selama seminggu sampai sebulan setelah cat rambut digunakan.
          Setelah pewarna dioleskan ke rambut, Amina sekunder akan menembus kulit kepala. Bahkan, bahan itu akan tetap melekat dirambut selama berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Dan seiring dengan waktu, zat kimia ini bisa bereaksi dengan asap tembakau atau knalpot. Hingga mereka membentuk bahan kimia yang sangat beracun, dan disebut N-nitrosamin. N-nitrosamin, bahan ini akan membentuk saat bereaksi terhadap polutan diudara yang berasal dari asap knalpot selama eberapa waktu, dan zat ini sangat beracun yang bersifat karsinogenik.

         

         
         
          Hal yang perlu dperhatikan para wanita yang ingin mewarnai rambutnya adalah  sebelum mewarnai rambut sebaiknya melakukan tes alergi pada dokter. Dilakukan dengan cara meletakkan zat pewarna di kulit, di bagian tangan atau di bagian leher.  Jika dalam tes alergi tersebut ternyata timbul rasa gatal, lebih baik anda tidak melakukan pewarnaan yang sifatnya permanen atau sementara.

          Selanjutnya jika Anda ingin mengubah warna rambut, sebaiknya paling cepat empat bulan. Kurang dari masa ini, rambut akan menjadi kusam dan kering. Dan untuk mengubah batang rambut. Mewarnai rambut cukup pada bagian akarnya saja. Untuk mendapatkan tampilan rambut yang optimal, baik dari segi gaya guntingan maupun dari pewarnaannya, Anda harus melakukan perawatan yang intensif. Salah satu perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah adalah mencuci rambut dengan sampo khusus. Diutamakan menggunakan vitamino color yang mengandung vitamin E dan B kompleks.

          Mencuci rambut dengan sampo yang terbaik adalah sehari sekali untuk pria, tiga hari sekali untuk wanita. Sebab kadar minyak yang terkandung di rambut pria lebih banyak daripada wanita. Sedangkan penggunaan masker rambut dianjurkan dua minggu sekali untuk memberikan kesehatan, sehingga rambut terlihat lebih berkilau dan tidak mudah rontok. Masker yang digunakan tergantung pada kebutuhan rambut. Anda bisa memilih bahan apa saja, semisal lidah buaya, ginseng, bangkoang, dan bahan-bahan alami lainnya.

          Semoga artikel saya bisa bermanfaat bagi para teman-teman yang ingin memperindah warna rambutnya, dan teman-teman harus lebih berhati-hati ya…. saat memilih bahan-bahan yang mengandung zat kimia.

Sumber :


No comments:

Post a Comment