Monday, March 14, 2016

Bubble Tea Ternyata Berbahaya


Jika diperhatikan, blended ice tea atau coffee yang ditambahkan bubble hitam, sedang marak-maraknya dijual di mal atau pusat pembelanjaan. Sayangnya, penelitian terbaru dari peneliti University Hospital Aachen menunjukkan bahwa bubble atau bola-bola kecil berwarna hitam dalam minuman bubble ice tea bersifat karsinogen (racun).
Para peneliti Jerman mengingatkan pecinta bubble tea bahwa bola-bola hitam yang terbuat dari tepung tapioka ini diduga mengandung polychlorinated biphenyls (PCB), seperti stirena, asetofenon dan zat brominated. Menurut peneliti sekaligus ilmuwan Manfred Moller, sebenarnya zat-zat berbahaya tersebut tidak boleh dimasukkan kedalam makanan sedikitpun.
PCB yang terdapat dalam makanan terbukti menyebabkan kanker serta menimbulkan berbagai efek kesehatan lainnya yang merugikan pada sistem kekebalan tubuh, sistem reproduksi, sistem saraf dan sistem endokrin, bahkan risiko tersedak pada anak-anak.
Para peneliti dari University Hospital Aachen menemukan,  mutiara bubble yang terbuat dari tepung tapioka mengandung bahan kimia bahaya yang pantang digunakan dalam bahan makanan. Tiga bahan kimia itu diantaranya stirena, asetofenon, dan zat brominated.

• Stirena
Produksi stirena berkembang pesat di AS, sejak diperkenalkan sebagai bahan baku utama produksi karet sintentis. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam pembuatan stereofoam, pelapis kertas, pembuatan karet, dan plastik. Seiring waktu, pemakaian stirena terus menurun, hal ini dikarenakan penemuan dari Departemen kesehatan Amerika Serikat yang menyatakan stirena memiliki efek karsinogenik pada tubuh manusia. Penemuan ini juga diperkuat dengan data dari International Agency For Research On Cancer (IARC).  Tak hanya itu, zat beracun ini juga akan berpengaruh pada kesehatan ginjal, saluran pencernaan, dan pernapasan.

• Asetofenon
Asetofenon adalah senyawa aromatik dari keton. Umumnya zat ini digunakan sebagai wewangian. Bahan kimia ini juga kerap digunakan sebagai bahan pembuatan parfum untuk menambah aroma. Menurut riset ahli gizi holistik, Michelle Schoffro, wewangian yang masuk melalui saluran pernapasan akan merusak pembuluh darah atau saraf otak. Di dalamnya juga terkandung bahaya karsinogen penyebab kanker.

• Zat brominated
Zat kimia brominated umumnya digunakan sebagai bahan aditif pada produk minuman ringan. Zat ini juga berfungsi sebagai pengemulsi. Untuk beberapa kasus kesehatan, zat kimia ini memicu terjadinya tremor, kehilangan memori, dan sakit kepala. Dampak negatif kesehatan ini terjadi pada seseorang yang mengkonsumsinya melebihi takaran.
Menurut riset, semua bahan kimia tersebut ditemukan dalam bubble buatan Taiwan yang disuplai di beberapa toko di Jerman.

Refrensi    :

Ardi, R. (2012, maret 16). Retrieved maret 14, 2016, from http://gosehat.com/bubble-tea-ternyata-berbahaya



No comments:

Post a Comment