Friday, March 18, 2016

Aurora




Penahkah kalian mendengar istilah Aurora? Atau mungkin ada di antara kalian yang pernah melihatnya?
Teman-teman, Aurora adalah suatu fenomena alam berupa pancaran cahaya di langit dengan bentuk seperti pita atau tirai yang berwarna-warni. Kemilau cahayanya bagaikan sebuah pertujukan yang sangat menakjubkan.
Dahulu karena keindahannya, bangsa Yunani menganggap Aurora sebagai kehadiran sang dewa fajar. Namun seiring berjalannya waktu, mitos tersebut kini telah tersisihkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan.
Lalu, bagaimanakah ilmu pengetahuan menjelaskan proses terjadinya Aurora? Ternyata, Aurora yang muncul di Bumi itu disebabkan oleh peristiwa yang terjadi di Matahari. Adapun cara kerjanya sebagai berikut:
Matahari adalah titik pusat tata surya yang berbentuk bola gas berpijar, terutama terdiri dari atom hidrogen dan helium. Atom-atom tersebut memiliki partikel-partikel, yakni yang berada di pusatnya disebut proton dan yang mengorbit di sekelilingnya disebut elektron yang bermuatan negatif.
Teman-teman, korona atau Lingkaran cahaya disekeliling matahari akan selalu melebar ke angkasa. Kemudian, mengirimkan serpihan dan kepingan atom-atom ke segala arah. Sementara itu, sesekali lidah api dengan ganas akan melesat dari matahari dan melepaskan sekumpulan partikel-partikel baru.
Nah, disaat partikel-partikel matahari berada di dekat bumi, partikel-partikel tersebut akan mulai merasakan efek medan magnet yang sangat kuat dari bumi. Karena, Bumi yang kita huni ini bisa dikatakan sebagai magnet yang berukuran sangat besar, dengan garis-garis daya magnet melengkung ke angkasa dan menyatu dengan kutub utara dan kutub selatan.
Gaya magnetik bumi akan menarik partikel-partikel bermuatan dari matahari akan lewat dan tertarik ke dalam. Partikel-partikel itu kemudian bergerak dalam “berkas” sepanjang garis magnetik yang melengkung kembali ke bumi di kutub-kutub magnetik. Akan tetapi tidak tepat di Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Saat partikel-partikel bergerak sepanjang garis-garis yang tidak tampak, maka partikel-partikel tersebut akan terlempar ke atmosfer Bumi di ujung utara dan selatan.
Teman-teman, pada atmosfer terdapat dua gas utama yang paling berpengaruh dalam terbentuknya cahaya Aurora. Yaitu oksigen dan nitrogen.
Ketika elektron dan proton dari matahari mengalir masuk, mereka akan bertabrakan dengan atom oksigen dan nitrogen di udara. Kemudian beberapa atom-atom tersebut akan kehilangan elektronnya sendiri dan sebagiannya akan bergejolak menyerap energi.
Selanjutnya, disaat atom-atom tersebut kembali normal setelah bertabrakan dengan electron dan proton matahari, atom-atom itu akan melepaskan foton-foton cahaya.
Oksigen yang menyerap energi akan menghasilkan warna utama Aurora. Yakni, warna hijau-kuning yang memiliki panjang gelombang 557,7 nm dan warna merah yang memiliki panjang gelombang 630 nm. Diantara warna tersebut, warna hijau-kuninglah yang paling sering terlihat.
Sedangkan, nitrogen yang kehilangan elektron akan menghasilkan warna biru muda. Dan pada saat keadaan netral, molekul nitrogen akan menghasilkan warna merah keunguan.
Dengan demikian, partikel-partikel yang bermuatan dari matahari akan menyebabkan udara berpendar dalam aneka warna. Inilah yang disebut Aurora.
Teman-teman, tahukah kalian? Aurora memiliki nama yang berbeda di setiap kutubnya. Di Kutub Utara bernama Aurora Borealis sedangkan di Kutub Selatan bernama Aurora Australis.
Nah, sekarang teman-teman sudah tahukan apa itu Aurora? Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Trimakasih.

References

Anonim. (2015, Desember 14). Aurora. Retrieved from wikipedia.org: https://id.wikipedia.org/wiki/Aurora
N, S. (2015, Maret 20). inilah pengertian aurora dan proses terjadinya. Retrieved from pengertianku.net: http://www.pengertianku.net/2015/03/inilah-pengertian-aurora-dan-proses-terjadinya.html
W, E. L. (2016, Maret 01). aurora dan proses terjadinya. Retrieved from kafeastronomi.com: http://kafeastronomi.com/aurora-dan-proses-terjadinya.html
Wollard, K. (2004). How Come? Batam: Scientific Press.

No comments:

Post a Comment