Friday, March 18, 2016

Mengubah Atom Non-Magnet menjadi Atom Magnet



Sebagian besar atom atau unsure memiliki kecenderungan untuk membentuk molekul senyawa dengan berbedanya karakteristik dan unsure penyusunannya maupun unsure lain yang ada di tabel periodic. Namun, ada beberapa unsure yang ditemui oleh para ahli kimia dapat membentuk kelompok atom yang menyerupai unsure lain di tabel periodic dengan karakter magnetic yang tidak biasa.
Ada suatu tim dari Virginia Commonwealth University telah berhasil menemukan suatu jenis baru superatom. Superatom ini terdiri dari atom magnesium yang telah termagnetisasi, walaupun magnesium alami ini tidak memiliki aktivitas magnetisme. Tim ini melaporkan bahwa superatom ini terbentuk dari logam pusat besi (Fe) dan 8 atom magnesium (Mg) membentuk struktur yang stabil menyerupai ikosahedral. Klaster ini dapat membentuk semacam magnet kecil dengan sumber magnet dari satu atom Fe dengan dostribusi electron spin tertentu yang merata diseluruh bagian klaster. Hasil riset mereka telah dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences. Riset ini didukung oleh U.S Department of Energy telah membuka peluang. Maka ditemukannya metode yang lebih efisien untuk mengubah atom non-magnet menjadi atom magnet melalui pengaturan atom magnet tunggal. Walaupun ada lebih dari seratus unsure dalam tabel periodic, namun hanya ada 9 unsur yang memiliki karakter magnet pada keadaan padat. Kombinasi antara karakter magnet dan konduktivitas dari superatom ini juga menjadi keuntungan.
Apakah kalian ketahui apa magnesium itu? Magnesium merupakan konduktor listri yang baik sehingga superatom ini menggabungkan karakter magnet dan konduktivitas listrik pada kulit terluar. Kestabilan superatom dipengaruhi oleh struktur elektronik dari masing-masing penyusunnya. Kelompok superatom dengan delapan atom magnesium ini mampu menambah kestabilan superatom karena orbital valensi elektrok yang terisi penuh. Orbital yang berisi penuh akan lebih sulit dipisahkan dibandingkan dengan orbital yang kosong atau setengah terisi, sehingga orbital valensi yang berisi penuh akan menjadi lebih stabil. Orbital valensi penuh dapat kita temui dalam unsure periodic pada golongan gas mulia.
Kombinasi antara karakter kemagnetan dan konduktivitas listrik dari superatom dapat digunakan untuk aplikasi “elektronik molecular”. Teknologi ini dapat menciptakan perkembangan di dunia computer kuantum dengan processor yang lebih cepat. Penyimpangan data yang lebih besar, dan sistem pengolahan data yang lebih terintegrasi.

No comments:

Post a Comment