Thursday, March 24, 2016

Belajar dari Adikarya Peninggalan Sejarah



Besi merupakan salah satu unsur kimia yang di beri simbol Fe. Atom besi memiliki 26 elektron dan 26 proton dengan 30 neutron. Besi juga merupakan unsur paling umum yang terdapat di bumi dan elemen keenam yang paling melimpah di dunia. Bentuk murni dari besi cukup lembut dan logamnya berwarna putih keperakan. Besi memiliki sifat yang sangat reaktif dan mudah menimbulkan korosi atau berkarat.

Logam besi telah digunakan sejak zaman dahulu, meskipun paduan tembaga yang memiliki titik lebur lebih rendah, yang digunakan lebih awal dalam perjalanan manusia. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, besi ini memiliki sifat yang lembut, tetapi tidak bisa kita mendapatkan besi melalui proses peleburan. Karena materi ini diperkeras dan diperkuat oleh kotoran saat proses peleburan berlangsung, terutama oleh karbon.

Dengan besi ini, manusia bisa membuat bahan bangunan, peralatan dapur, peralatan rumah tangga dan tentu juga bisa untuk membuat senjata. Pada zaman dahulu, di daerah Nusantara masyarakatnya bisa membuat senjata dari besi ini. Senjata yang sangat khas yang menyesuaikan geografis Nusantara yaitu keris, yang oleh UNESCO disebut “Adikarya peninggalan sejarah”. Keris yang dibuat berlapis-lapis dengan pamor beraneka ragam. Ragam ini memang tampak berpori-pori atau bila diperbesar akan terlihat sepertialur-alur selokan.

Keris bisa berwarna hitam karena warna hitam tersebut didapat ketika pembuatannya yaitu pada saat proses “warangi” atau pemberian upas/racun arsenik. Sehingga ketika menggunakan senjata ini tidak bisa sembarangan, karena bisa dibilang “jangankan tertusuk, dengan tergores saja oleh keris ini maka akan menyebabkan demam bahkan bisa sampai meninggal apabila ditambahi minyak warangan yang pekat dan darahnya berubah menjadi hitam. Ya, disebabkan oleh racun warangi tersebut.

Orang tua dahulu selalu memandikan keris ini setiap tanggal 1 Muharram atau 1 Suro yang bertujuan untuk menjaga dan merawat ciri khas senjata Nusantara. Jika tidak, maka akan mudah berkarat dan sulit untuk digunakan. Kenapa mereka mengambilnya pada tanggal 1 Suro? Apakah ada kejadian atau peristiwa yang istimewa pada tanggal tersebut? Ada yang sudah tahu belum?

Mereka mengambil 1 Suro untuk memandikan senjata tersebut karena pada tanggal itu merupakan tahun baru Islam atau tahun baru hijriah. Dan makna dari hijrah adalah pindah, pindah dari kegelapan menuju cahaya yang terang-benderang, pindah dari kafir kepada Islam yang rahmatan lil’alamiin. Untuk berpindah itu memerlukan sebuah pengorbanan.

Para sahabat rela berkorban untuk berpindah kepada Islam. Mereka ada yang meninggalkan hartanya, keluarganya, bahkan sampai rela mengorbankan nyawanya dalam sebuah perang. Mereka berperang untuk menolong agama Allah, meninggikan kalimat tauhid. Sehingga orang tua zaman dahulu memandikan keris tanggal 1 Suro untuk mengasahnya supaya tajam saat berperang melawan musuh-musuh Islam. Sesuai dengan firman Allah yang artinya:

”Dan kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun(Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah MahaKuat, Maha Perkasa”.(TQS. Al-Hadid : 25)

Tetapi di zaman sekarang ini, orang-orang sudah salah mengartikan memandikan keris ini. Kesimpulannya, kita akan terus berubah kearah yang lebih baik apabila kita sering mengasah kemampuan kita. Dan akan beracun bahkan membuat orang itu mati apabila tidak diaplikasikan.

Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Keracunan_arsenik

2 comments:

  1. BOLAVITA Situs Sabung Ayam Online Terpercaya Di Indonesia

    Daftar & Dapatkan Bonus NEW MEMBER 10 % / Bonus Cashback Hingga 10%

    Mengapa Pilih Bolavita ???
    *Dilayani CS Profesional Selama 24 Jam NonStop
    *Support Semua Bank Indonesia
    *Minimal Depo / WD Hanya Rp.50.000,-
    *Banyak Promo & Bonus Yang Bisa Anda Dapatkan.

    Segera Bergabung Bersama kami Sekarang Juga !
    BBM : BOLAVITA
    WA : 081377055002

    ReplyDelete