Sunday, March 13, 2016

Bahaya Parfum Bagi Kesehatan








Parfum atau pewangi telah digunakan sejak zaman dahulu kala terutama oleh kaum wanita, mulai dari upacara keagamaan, pernikahan atau bahkan kematian, setiap moment memiliki aroma tersendiri. Dan seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan ini semakin berkembang pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk, mulai dari produk kebutuhan wanita, hingga produk kebutuhan rumah tangga seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk, dan produk yang memiliki wewangian yang khas dan menarik memang cukup digemari oleh masyarakat, karena memang kesan bersih, segar dan menyenangkan akan ditimbulkan dari wewangian tersebut.
Namun apakah penambahan zat pewangi atau parfum pada beberapa produk harian atau kosmetik tersebut aman bagi penggunanya? Bagaimana dengan ibu hamil yang mengirupnya apakah ianya benar-benar murni terbuat dari campuran bunga dan buah seperti yang dicantum pada kemasan atau pada iklan produk tersebut, mungkinkah kita mendapatkan wewangian yang benar-benar asli dan aman dengan harga yang sangat murah?, dibawah ini akan kita lihat beberapa tabel yang memberikan informasi tentang kandungan wewangian sintesis serta beberapa efek samping yang akan ditimbulkan jika terhirup dalam jumlah yang banyak dan kontinyu.

Kandungan Wangian
Setiap produk wewangian mengandung pelarut tambahan yang berfungsi sebagai media atau fondation baik parfum itu asli atau síntesis. Persentase kandungan bahan kimia dalam parfum antara kisaran 30 % tergantung dari jenis produknya. Namun dari beberapa analisa pasar, 95 % bahan kimia yang terkandung di dalam produk wangian adalah bahan kimia sintetik yang berbahan dasar petroleum yang merupakan turunana benzena, aldehid atau zat yang umumnya terkenal beracun. Salah satu organisasi di Amerika yang menagani masalah kesehatan lingkungan menemukan zat kimia beracun dari 815 sampel yang mereka ambil, tes ini dilakukan pada tahun 1991 diantara zat yang ditemukan adalah
kloroform pada pelembut pakaian dan P-diklorobenzena yang telah diketahui bersifat karsinogenik pada produk penyegar ruangan dengan dosis yang tinggi.
Selain itu juga terdapat pengharum yang beraroma musk, yang dicurigai mengakibatkan sakit kepala dan juga bersifat karsinogenik meskipun pada kandungan yang lemah. Berdasarkan riset dari FDA pada tahun 1968-1972, bahan kimia seperti alfa-terpineol, benzil asetat, benzil alcohol, limonin, lioanalol yang sering terdapat dalam kosmetik, bahan-bahan ini dicurigai sering memberikan efek samping pada kulit pemakai.

Bahaya Kesehatan
Salah satu ciri keracunan yang disebabkan oleh bahan kimia yang terdapat dalam zat pewangi yang ditambahkan dalam suatu produk pembersih dan kosmetik adalah asma, kangker, cacat janin pada bayi dalam kandungan, keguguran, gangguan pada syaraf, seperti Parkinson , alzeimer, dll. Identifikasi ini dapat ditemukan baik dalam jangka panjang atau pendek
Pada tahap awal keracunan dapat diidentifikasi melalui reaksi seseorang terhadap suatu produk tertentu yang dicurigai mengandung bahan pewangi sintetik yang mengandung zat kimia yang berbahaya, walaupun pada tahap ini hanya sebagian orang yang sensitive yang menunjukkan tanda-tanda keracunan, sama bentuknya seperti seseorang yang alergi terhadap debu. Sedangkan sebagian individu yang lain bisa jadi tidak menunjukkan reaksi apapun pada tahap awal pemakaian produk, namun pada pemakaian produk yang sama dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang barulah terlihat gejala keracunan dengan kondisi yang akut dan sulit disembuhkan seperti kanker atau penyakit berat lainnya. Produk yang dapat memberikan efek langsung kepada pemakai sehingga dapat diidetifikasi tanda keracunan adalah produk yang biasanya berkontak langsung dengan sistem pernafasan, seperti pengharum ruangan, colone , minyak wangi semprot, hairspray, kuteks, dan lain-lain yang pemaikaiannya bersifat semburan pada bagian tubuh dalam bentuk gas, sehingga terjadi kontak langsung pada sistem pernafasan mulai dari bagian hidung, faring, laring, paru-paru dan seterusnya keanggota tubuh bagian lain yang disalurkan melalui sistem peredaran darah.
Untuk produk yang digunakan pada bagian luar yaitu pada kulit seperti sabun, syampoo, krim pencukur, pemutih pakaian, detergen, pelembut pakaian, dan lain sebagainya proses keracunan terjadi saat produk yang dipakai menyerap pada pori-pori kulit dan memasuki aliran darah dan seterusnya pada bagian anggota tubuh bagian dalam.
Dibawah ini table bahan kimia dan efek samping yang biasa di rasakan oleh manusia, yang terkandung dalam produk rumah tangga dan kosmetik yang mengandung parfum atau pewangi seperti minyak wangi, deodorant, colone, penyegar udara, sabun pencuci piring, hairspray, detergent dan lain sebagainya.

Awas bahan dasar parfum yang bersifat racun
Terdapat lebih dari 500 bahan dasar parfum yang bersifat racun. Beberapa bahan kimia yang biasa terkandung dalam parfum, antara lain alkohol, benzaldehid, benzil asetat, α-pinen, aseton, benzil alkohol, etil asetat, linalol, α-terpinen, metilen khlorida, α-terpineol, kamfor, limonene, dan berbagai senyawa kimia lainnya. Aseton merupakan pelarut organik yang digunakan dalam cat. Sebagian dari bahan ini memang tidak berbahaya bagi tubuh. Tapi sebagian lagi bisa menyebabkan gangguan.
Gejala yang mungkin muncul berupa otot tubuh tegang, lebih mudah marah, sesak nafas, sakit persendian, kelelahan, tenggorokan gatal, sakit kepala, batuk, dan gangguan pada kulit.
Saat ini, sejumlah kantor, klub kesehatan, studio yoga, dan tempat umum membuat peraturan harus bebas wewangian. Tidak hanya asap rokok, ternyata tempat-tempat ini juga melarang orang yang masuk memakai parfum dan wewangian lainnya.
Bau wewangian atau bau apa pun yang lain, mungkin sangat disukai sebagian orang, namun bisa pula sebaliknya. Ada orang yang tidak suka sama sekali dengan bau durian, misalnya.


Sumber :

No comments:

Post a Comment