Saturday, March 19, 2016

Ada Apa dengan Tomcat?

Tomcat


Asslamu’alaikum,
            Hai kawan ikatkah kalian tentang serangan serangga kecil yang menggegerkan beberapa tahun yang lalu, serangga berwarna indah tapi beracun? Iyah betul, serangga itu adalah tomcat. Kira-kira kamu tahu gak kenapa tomcat bisa berbaya? Kamu bingung dengan jawabanya? Yuk kita bahas bareng di sini dengan saya.
            Tom cat juga mempunyai banyak nama  dalam Bahasa Inggris yaitu Rove beetle tapi ada juga yang menyebutnya Carlie. Serangga ini juga memiliki warna yang unik yaitu berwarna belang merah dan hitam, hewan ini hidup biasanya di persawahan. Hewan tom cat ini akan sering kita jumpai pada malam hari, ia juga senag berkumpul pada cahaya lampu. Tomcat ini juga bisa menjadi sahabat petani loh, kenapa? Karena tomcat ini memangsa (predator) hama wereng.
            Tomcat pada dasarnya hanya hewan kecil dimana tomcat dewasa hanya memiliki ukuran panjang 7 sampai 10 mm dan lebarnya 0,5 sampai 1mm saja.
            Kamu harus tahu bahwa hewan ini tidak menggit ataupun menyengat loh, tapi yang membuat kita merasah gatal dan panas itu, karena kandungan asam dan racun pada tubuhnya jika kita memukulnya atau menyentuhnya. Racun yang dikandung tom cat, 12 kali lebih beracun dari ular kobra. Wow serem ya kawan? Racun ini bernamakan pederin (C25H45O9N). pedrin ini lah yang menyebabkan peradangan parah (dermatitis), gatal-gatal, panas seperti terbakar, bengkak, iritasi hinggakeluar benjolan-benjolan berair(nanah) seperti herpes pada kulit, gejala terkena tomcat akan terjadi dalam waktu 12-36 jam.
            Senyawa pedrin dijelaskan secara ilmiah digunakan sebagai proteksi (perlindungan) diri. Hebat ya? Kenapa saya mengatkan hal tersebut tomcat dan serangga lain memiliki sistem pertahanan diri dengan menggunakan agen-agen kimia sederhana dan elegan (misalnya hydrogen, sianida dan asam format) sampai molekul komplek seperti kuinon, terpen maupun alkoloid. Pederin adalah salah satu senyawa kompleks yang digunakan sebagai proteksi diri, ini adalah struktur molekul pederin


            Saran saya jika anda bertemu dengan hewan tomcat jangan panik, jangan memukul hewan tersebut. Tapi cukup kibas atau tiup saja hewan tersebut agar anda tidak terkena cipratan senyawa beracun pederin.



sumber

adheka, a. (2012, April 12). Efek racun serangga tomcat pada kulit. Retrieved from http://agkadheka.blogspot.co.id/2012/04/efek-racun-serangga-tomcat-pada-kulit.html
Okta, D. (2012, Maret 22). Fenomena Tomcat: Blister Sebagai Pertahanan Akibat Paparan Racun Pederin. Retrieved from https://dikaocta.wordpress.com/2012/03/22/tomcat/






No comments:

Post a Comment