Monday, March 14, 2016

ROKOK... PEMBUNUH MEMATIKAN!






Rokok bukan merupakan barang yang asing untuk kita, bagaimana tidak... kemanapun kita pergi ada saja orang yang merokok, baik dijalan, di angkutan umum, di tempat makan bahkan di toiletpun tidak lepas dari asap rokok.
Menurut survei yang dilakukan World Health Organization (WHO) menyatakan “sebanyak 67 persen dari pria Indonesia berusia diatas 15 tahun telah merokok” pantas saja dimana-mana ada rokok, lihat saja data di atas, hanya 33 persen laki-laki diatas 15 tahun yang tidak merokok, itu artinya jika ada 3 laki-laki maka hanya 1 orang yang tidak merokok.
Masyarakat indonesia (dalam kasus ini laki-laki) masih belum sadar akan pentingnya kesehatan, padahal perokok sudah diingingatkan melalui slogan yang bertuliskan “rokok membunuhmu” yang ada di kemasan rokok tersebut.
“Ah... tenang saja toh hanya tulisan ini, kalau ada yang mati itu karena sudah waktunya” alasan tersebut yang sering terdengar jika mengingatkan teman kita dari bahaya rokok. Lalu saran apalagi yang harus digunakan supaya bisa menyadarkan bahwa rokok itu memang “membunuhmu”
Dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dari Tobacco Control Support Center (TCSC) menyatakan "Angka kematiannya (akibat rokok) sangat besar. Sekarang 239 ribu per tahun, tidak ada yang mengalahkan. Kematian ibu akibat persalinan dan nifas yang sering digembar-gemborkan, itu tidak seberapa dibandingkan rokok" berarti akan ada 655 orang yang meninggal akibat menghisap rokok, mematikan bukan...
Bandingkan angka kematian akibat rokok dengan akibat lainnya, sebagai contoh angka kematian terbesar di Indonesia berdasarkan jenis penyakit yang diderita adalah stroke dengan angka kematian mencapai 289.917 orang (itupun di dalamnya pasti banyak terserang akibat rokok),  masih jauh di bawah kematian akibat rokok.
Tidak heran jika WHO menempatkan rokok ke dalam daftar utama pemicu penyakit mematikan seperti kanker, jantung dan paru-paru, serta diabetes. Setiap tahun enam juta manusia meninggal dunia akibat tembakau. 80 persen diantaranya berasal dari tingkat ekonomi rendah dan menengah.
Wahai perokok, lihatlah!!! Sadarlah!!! Betapa mematikannya rokok yang kalian hisap itu, berhentilah merokok, jagalah pemberian Tuhan dengan baik.
Allah SWT memberikan kesehatan kepada kita, sudah sepatutnya kita menjaga kesehatan yang Allah berikan kepada kita bukannya malah merusak dengan hal-hal negatif, yang seharusnya kita lakukan adalah berolahraga dan mengisi kegiatan sehari-hari dengan hal positif.



Daftar pustaka:

 

Detik News. (2009, Mei 29). Retrieved from Detik: http://news.detik.com/berita/1139487/kematian-akibat-merokok-indonesia-tempati-peringkat-ketiga-di-dunia
Dilema Rokok Di Indonesia. (2015, Juli 19). Retrieved from DW: http://www.dw.com/id/dilema-rokok-di-indonesia-menyelamatkan-petani-atau-kesehatan-penduduk/a-18591398
Jumlah Pria Perokok Di Indonesia. (2012, September 18). Retrieved from Uniqpost: http://uniqpost.com/47619/survei-who-jumlah-pria-perokok-di-indonesia-terbanyak-di-dunia/


No comments:

Post a Comment