Sunday, February 21, 2016

Plastik Dari Kulit Jeruk




Teman-teman, ingatkah masa-masa kecil kalian? Yaitu masa dimana kalian bisa bermain mobil-mobilan yang terbuat dari bahan kulit jeruk, terutama bagi kalian anak laki-laki. Kulit jeruk tersebut dipotong sedemikian rupa dan dibentuk sekreatif mungkin sehingga jadilah mobil-mobilan yang sangat menarik.
Akan tetapi sekarang ini sudah jarang sekali orang menggunakan kulit jeruk sebagai bahan untuk membuat mobil-mobilan. Dan kini hampir semua mobil-mobilan itu terbuat dari bahan plastik. Namun bukan itu saja, plastik sekarang sudah menjadi salah satu bahan pembuatan benda-benda ataupun peralatan di sekitar kita. Plastik memang sudah menjadi favorit untuk sebagian orang, karena plastik memiliki daya tahan yang lebih baik sehingga plastik dianggap lebih awet dan relatif aman untuk digunakan.
Teman-teman, pernakah kalian berpikir untuk melakukan hal yang sebaliknya? Yaitu, dahulu mobil-mobilan yang terbuat dari bahan kulit jeruk telah tergantikan oleh mobil-mobilan berbahan plastik. Nah, sekarang dapatkah suatu hari benda yang terbuat dari bahan plastik bisa dibuat dari bahan kulit jeruk?
Di Cornell University, New York, Amerika Serikat. Ada profesor di bidang kimia, yaitu Geoffrey Coates dan kedua rekannya di grup riset Cornell University, Scott Allen dan Chris Byrne. Telah berhasil menemukan cara untuk mengubah kulit jeruk menjadi sebuah plastik.
Plastik merupakan suatu polimer rantai panjang dari atom yang mengikat satu sama lain. Geoffrey Coates dan kedua rekannya telah membuat polimer tersebut dengan menggunakan limonene oksida sebagai molekul pendukung baru dan karbondioksida (CO2) sebagai katalis dalam penelitian di labolatorium. Limonen oksida itu sendiri adalah suatu senyawa kimia yang bias di temukan pada 300 jenis tumbuhan.
Teman-teman, pada buah jeruk, terutama pada bagian kulitnya, itu mengandung senyawa yang lebih dari 95 persen adalah sebuah minyak. Kemudian mereka menggunakan kalisator untuk menggabungkan limonene oksida dan karbondioksida (CO2) tersebut, sehingga Geoffrey Coates dan kedua rekannya berhasil menciptakan dan memproduksi polimer baru yang dikenal sebagai polilimonin karbonat.
Polimer yang mereka temukan ternyata memiliki banyak sekali kesamaan dalam karakteristiknya, seperti polistiren. Yaitu polistiren yang terbuat dari bahan minyak bumi serta yang paling banyak digunakan dalam berbagai macam produk plastik yang kerap kali dibuang.
Berdasarkan penelitian Geoffrey Coates dan kedua rekannya, kebanyakan plastik pada saat ini adalah poliester yang terbuat dari bahan minyak bumi. Dan karbondioksida (CO2) yang merupakan bahan dari polimer polilimonen karbonat merupakan polusi yang kian mengancam sebenarnya bias diisolasi dari udara.
Nah, Teman-teman, sekarang sudah tahukan bahwa plastik itu bisa dibuat dari kulit jeruk? jadi, sekarang kita bisa menggunakannya untuk memproduksi berbagai jenis benda berbahan plastik yang terbuat dari kulit jeruk. Dengan begitu, kita pun akan lebih hemat dan ramah terhadap lingkungan kita.
Oke teman-teman, cukup sekian dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat. Trimakasih. 

References

Markun. (2010). CO2 Chemistry Is Obviously Outstanding. Bogor: Duta Grafika.
Nurdin, I. (2012, 02 12). Selamatkan Planet Bumi. Retrieved from Plastik Yang Mudah Terurai: http://peranghijau.blogspot.co.id/2012/02/plastik-yang-mudah-terurai.html
Schmidt, F. (2013, 10 24). Eksplorasi Potensi Plastik Organik. Retrieved from dw: http://www.dw.com/id/eksplorasi-potensi-plastik-organik/a-17179316 PENELITIAN
Suri, D. M. (2014, 07). PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT JERUK SEBAGAI LIMONEN. Retrieved from eprints.polsri.ac.id: eprints.polsri.ac.id/930/2/BAB I PENDAHULUAN LA.pdf


No comments:

Post a Comment