Sunday, February 28, 2016

Awas Korosi !


             Hallo guys apakabar ? rindu nunggu postingan ane yaa ? oke makasih, ane anggap rindu aja kali yaa hehehe, langsung ke inti ane mau nanya nih apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata korosi? Hayo apa ? Waah jangan-jangan sebagian besar belum tau ya korosi itu apa, yaudaah sini-sini siapin jiwa raga kalian siapin hati mata dan otak yaa buat nyimak artikel ane yang satu ini mengenai Korosi.
            Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki, dalam bahasa sehari-hari korosi adalah perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah besi karena karat itu sifatnya merusak. Secara kimia korosi merupakan reaksi elektrokimia antara logam dan lingkunganya, bangunan-bangunan, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga, sepeda dan semua yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi, baja dapat mengalami korosi. Seng untuk atap akan bocor karena mengalami korosi, demikian juga besi untuk pagar, jembatan maupun badan mobil yang terbuat dari besi dan baja akan menjadi rapuh karena pristiwa alamiah yang disebut korosi. Jika kalian ingin membuktikan bahwa korosi itu benar keberadaannya coba gunakan piring yang terbuat dari seng yang sudah tidak terpakai lalu letakan di atas atap rumah masing-masing dan lihatlah apa yang akan terjadi pada piringnya? Pasti piring tersebut akan berkarat.
            Lalu mengapa terjadi korosi? Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya?
Sebenarnya korosi adalah pristiwa alami yang merupakan reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsug dengan lingkungan berair dan oksigen membentuk karat besi (Fe2,O.xH2O) yang ditandai munculnya warna merah kecoklatan pada bagian logam air yang mengenai permukaan besi itu berfungsi sebagai anode, sebagian elektron yang dibebaskan pada reaksi oksidasi dapat menembus kebagian dalam logam, sedangkan sebagian lagi ditangkap oleh oksigen dari udara, akan masuk kedalam tetesan air dan teroksidasi oleh oksigen dari udara menjadi  membentuk senyawa Fe2,O.xH2O (karat besi). Ada beberapa faktor yang menyebabkan korosi yang pertama yaitu berasal dari bahan itu sendiri yang meliputi  kemurnian bahan, stuktur bahan, bentuk kristal, dan cara pembuatan bahannya, yang kedua yaitu faktor dari lingkungan meliputi udara, air, suhu, kelembapan, dan juga keasaman zat-zat kimia. Bahan-bahan korosif terdiri atas asam, basa, dan garam, baik dalam bentuk senyawa anorganik maupun organik juga penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif keudara dapat sangat mempercepat proses korosi yang terjadi pada logam, udara yang terlalu asam atau basa juga dapat dengan cepat proses perkaratan peralatan logam diruangan tersebut. Setelah melihat penjelasan diatas otomatis dapat dengan mudah kita untuk mengetahui cara mencegah korosi, pada prinsipnya adalah kita harus menjauhkan benda-benda yang terbuat dari logam dari hal yang menyebabkan korosi sepereti menjauhkannya dari air dan udara. Berikut beberapa cara pencegahan korosi
  • ·         Pengecetan, cat berfungsi untuk menghindari kontak langsung antara udara dan air yang menggandung timbel dan seng akan lebih baik, karena keduanya melindungi besi terhadap korosi
  • ·         Pelumuran dengan oli biasanya diterapkan diberbagai perkakas dan mesin
  • ·    Pembalutan dengan plastik biasanya diterapkan di berbagai macam barang seperti rak piring dan keranjang sepeda
  • ·      Tin Plating (pelapisan dengan timah) biasanya terdapat dalam kaleng-kaleng kemasan  terbuat dari besi yang dilapisi timah, pelapisan dilakukan dengan cara elektrolisis yang disebut tin plating

Nah sekian artikel mengenai korosi yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat ya guys 
Sumber :

Justiana Sandari, 2009,Kimia3, Jakarta : Yudhistira Dunia Buku Sekolah. 

No comments:

Post a Comment