Thursday, February 25, 2016

Mengenal ARGON

Hiiiiii… jumpa lagi dengan saya, Rizky Amalia, si cantik dari TMTK C. hahaa..
Artikel yang kedua ini, saya akan membahas tentang ARGON. Yuk mari langsung saja kita bahas.
Pada tahun 1785, Henry Cavendish, penemu hidrogen, melewatkan lecutan listrik (electric discharge) melalui udara untuk membentuk oksida nitrogen -proses serupa terjadi pada badai petir- kemudian melarutkan oksida ini dalam air untuk membentuk asam nitrat. Meskipun dengan menggunakan oksigen berlebih, Cavendish tidak mampu membuat semua udara bereaksi. Ia menyatakan bahwa udara mengandung suatu gas yang tidak reaktif dan jumlahnya tidak lebih dari 1/120 dari keseluruhan.
Lalu ternyata John Rayleigh dan William Ramsay mengisolasi gas ini seabad kemudia (1894) dan menamainya argon yang berasal dari bahasa Yunani argos, yang berarti “malas” atau “lembam (inert)”. Ketidakmampuannya membentuk senyawa kimia dengan unsur lain apapun ternyata adalah ciri paling istimewa dari argon.
Berdasarkan volume, udara mengandung 0,000524% He, 0,001818% Ne, dan 0,934% Ar. Proporsi Kr adalah sekitar 1 ppm berdasar volume, dan Xe sebesar 0,05 ppm. Atmosfer merupakan satu-satunya sumber dari semua gas ini kecuali helium.
Tahukah kamu…
Mengapa argon jauh lebih melimpah di atmosfer dibandingkan gas mulia lainnya?
Sebagian besar gas mulia telah lepas dari atmosfer sejak Bumi terbentuk, tetapi argon merupakan pengecualian. Konsentrasi argon tetap sangat tinggi karena argon terus terbentuk melalui peluruhan radioaktif dari kaliun-40, suatu isotop radioaktif alami yang cukup melimpah. Helium juga terus diproduksi melalui emisi partikel ɑ oleh proses peluruhan radioaktif, tetapi karena massa molar helium 10 kali lebih kecil dibandingkan argon, helium lepas dari atmosfer masuk ke angkasa luar dengan laju yang lebih tinggi. (Petrucci, 2011).

Okee itulah pembahasan singkat mengenai argon. Semoga bermanfaat. Sampai jumpai di artikel selanjutnya.



Salam Kikipedia

No comments:

Post a Comment