Friday, February 19, 2016

Makan Kangkung Membuat Ngantuk?

 

Siapa yang tidak kenal dengan kangkung? Kangkung termasuk makanan sehat yang tinggi serat. Sayuran hijau yang satu ini memang sudah familiar di kalangan masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan. Selain harganya relatif murah, kangkung juga mudah sekali di dapatkan baik di swalayan, di pasar tradisional, bahkan sampai di warung-warung kecil sekalipun. Kangkung bisa dinikmati dengan berbagai rasa tanpa menghilangkan rasanya yang lezat. Sebagaimana telah banyak orang yang mengetahui, katanya mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk. Benar ataupun tidaknya, semua itu harus dibuktikan dengan penelitian yang ilmiah sehingga menghasilkan data dan fakta yang akurat.
Secara medis, belum ada uji klinis yang menguji efek konsumsi kangkung terhadap rasa kantuk di manusia. Namun, kangkung secara tidak langsung mungkin bisa membuat Anda mengantuk. Seperti dikutip dari buku Buka Fakta! 101 Mitos Kesehatan karangan Nutrifood Research Center, kangkung mengandung mineral kalium dalam jumlah banyak (175 mg dalam satu cup kangkung), dan makanan tinggi kalium dapat mengurangi tekanan darah. Efek itulah yang dirasakan sebagai kantuk bagi sebagian orang. Selain karena konsumsi kangkung, ada penelitian di bidang kronobiologi yang menemukan bahwa secara alami menusia akan merasa mengantuk di siang hari, terutama setelah jam satu siang. Selain itu, makanan tinggi karbohidrat, apalagi yang memiliki indeks glikemik tinggi, pun bisa membuat Anda lebih mudah mengantuk.
Mempercayai kangkung sebagai obat penawar insomnia adalah suatu hal yang berlebihan. Padahal, kangkung mengandung zat besi yang tinggi sehingga menyebabkan konsentrasi otak lebih meningkat dan membantu pembuatan sel-sel darah merah sehingga tubuh menjadi segar dan bugar. Tapi Mengapa orang-orang menganggap bahwa mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk? Kangkung memang memiliki kandungan zat kimia yang bersifat sedativ (penenang). Dengan mengonsumsi kangkung, komponen kimia tersebut akan bereaksi sehingga membuat pikiran menjadi tenang dan diprediksikan akan mudah mengantuk. Namun, yang demikian itu bukan merupakan acuan untuk membuktikan bahwa mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk atau menjadi obat tidur tradisional yang manjur. Mengapa demikian? Karena, respon tubuh seseorang terhadap zat sedativ tersebut berbeda-beda. Ada yang mudah mengantuk saat mengonsumsi lima sendok makan kangkung, ada pula yang tidak mengantuk sama sekali setelah menyantap satu piring tumis kangkung.
Perlu diketahui, pada dasarnya semua lauk pauk mengandung komponen gizi yang dapat membuakan seseorang yang mengonsumsinya mengantuk. Terutama, makanan yang mengandung vitamin B kompleks, kalsium, selenium, asam lemak omega-3, seng, dan magnesium. Contohnya seperti kacang-kacangan, kerang, telur, susu, dan sayuran-sayuran hijau seperti asparagus, brokoli, serta kembang kol dapat menyebabkan seseorang berpotensi mengantuk dan tertidur dengan pikiran yang tenang.
Jadi, jika ada pertanyaan mengonsumsi kangkung dapat menyebabkan kantuk atau tidak, itu tergantung kepada respon tubuh seseorang terhadap zat sedativ pada kangkung. Berarti, mengonsumsi kangkung tidak mutlak menyebabkan kantuk.
Demikianlah artikel yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat ya kawan…..

REFERENSI
Chang, R. (2004). Buka Fakta ! 101 Mitos Kesehatan. Jakarta: Nutrifood Research Center.
Wahyuningsih, M. (2014, Desember Kamis). CNN Indonesia. Retrieved Februari Jumat, 2016, from CNN Indonesia Web Site: http://www.smanjabermanfaat.blogspot.co.id

 

No comments:

Post a Comment