Tuesday, February 16, 2016

KEMOTERAPI






            Kemoterapi adalah salah satu upaya untuk mengobati penyakit kanker dengan menggunakan zat kimia yang berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker.
            Dari beberapa kasus yang mengidap penyakit kanker, kemoterapi bisa menyembuhkan penyakit ini. Namun untuk beberapa kasus lain penyakit kanker yang sudah stadium akhir, kemoterapi hanya mampu menunda umur pasien untuk sementara waktu. Tapi walaupun seorang dokter telah memvonis seorang pasien tentang masa hidupnya itu belum tentu (pasti) dengan kenyataannya. Karena hanya  Allah yang menentukan kematian seseorang.
·         Tujuan kemoterapi
1.      Kemoterapi untuk menghambat atau menghentikan sel-sel onkogen (kanker) pada tubuh pasien.
2.      Kemoterapi untuk mencegah sel kanker semakin meluas dan menyebar ke seluruh tubuh.
3.      Kemoterapi untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh penyakit kanker.
4.      Kemoterapi juga diharapkan bisa memperkecil ukuran tumor dan mengurangi rasa sakit akibat penekanan tumor.
·         Efek samping kemoterapi
1.      Kemoterapi bisa menyebabkan mual/ muntah
2.      Kemoterapi mengakibatkan rambut rontok, termasuk bulu mata dan alis yang biasanya dimulai 2-3 minggu setelah pengobatan. Kemudian rambut akan tumbuh kembali 4-8 minggu setelah melakukan pengobatan.
3.      Kemoterapi bisa menurunkan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
4.      Kemoterapi juga sering menimbulkan mukositis (luka pada dinding saluran cerna atau rongga mulut) dan gangguan pada saraf tepi seperti kebas dan kesemutan pada jari kaki dan tangan.
5.      Terjadinya kerusakan dan sangat berpengaruh terhadap ginjal.
6.      Kemoterapi bisa menurunkan hasrat seksual.
7.      Kemoterapi bisa memnyebabkan diare atau sembelit.
8.      Kemoterapi bisa menyebabkan periode menstruasi berhenti.
·         Prosedur kemoterapi
Obat kemoterapi bisa diterapkan ke dalam aliran darah untuk menyerang sel-sel kanker ke seluruh tubuh atau kemoterapi juga bisa langsung diterapkan ke tempat kanker berada. Obat kemoterapi dapat diberikan dalam beberapa cara, yaitu:
1.      Per oral (mulut), kemoterapi diminum dalam bentuk pil, kapsul, atau cair.
2.      Injeksi (suntikan), obat kemoterapi dapat disuntikan pada otot lengan, paha, atau dibawah kulit.
3.      Intravena, kemoterapi dapat diberikan melalui darah vena.
4.      Tropical, kemoterapi dapat diberikan dengan cara dioleskan dan digosok di kulit.
5.      Intraperitoneal, kemoterapi dapat diberikan melalui rongga perut.
Namun sebelum dokter melakukan kemoterapi, dokter biasanya akan memerintahkan pasiennya untuk mengonsumsi obat-obatan seperti dibawah ini :
·         Antibiotik
·         Obat alergi
·         Obat anti mual
·         Obat penenang
·         Steroid


Sumber :







No comments:

Post a Comment