Saturday, February 27, 2016

CARA MENGAWETKAN TELUR YANG MASIH UTUH

CARA MENGAWETKAN TELUR YANG MASIH UTUH
Oleh:Anah Maemanah


Description: D:\tugas kampus\KIMIA UMUM 2016 C&D\Screenshot_2016-02-27-08-27-04_1 (2).jpg
Metoda- metoda pengawetan telur utuh bertujuan untuk mempertahankan kandungan air dan karbon di oksida yang telah ada dalam air selama mungkin, dan memperlambat kegiatan mikroorganisme.
Ada beberapa cara  yang bisa kita lakukan, yang tentunya mudah untuk kita aplikasikan untuk membuat telur-telur yang kita punya bisa bertahan lebih lama:
Ø  Pengemasan Kering
Pengemasan telur dalam bahan-bahan seperti pasir, sekam dan serbuk gergaji  telah di lakukan selama bertahun-tahun. Jika pengemasan itu padat, pengemasan kering akan memperlambat hilangnya air dan CO. Karena danya kelebihan berat dan volume, maka cara ini secara komersial tidak selalu dapat di terima. Pengemasan kering tidak memberikan perlindungan terhadap mikroorganisme selama penyimpanan.
Ø  Perendaman dalam Cairan
Proses ini juga merupakan cara kuno dalam pengawetan telur, dan terutama bertujuan mencegah hilangnya air. Biasanya digunakan bersamaan dengan penyimpanan dingin. Air kapur (cairan kalsium hidroksida) dan air kaca (cairan sodium silikat), merupakan bahan yang paling banyak di gunakan. Oleh karen nilai pH yang tinggi dari larutan-larutan ini, maka pertumbuhan mikroorganisme di perlambat. Pori-pori telur tertutup oleh endapan kalsium karbonat dalam air kapur, dan oleh kalisum silikat dalam air kaca.
Ø  Penyimpanan Dingin
Dalam proses ini telur utuh di simpan pada suhu serendah mungkin di atas titik beku telur -2C. Suhu yang rendah ini akan memperlambat hilangnya CO dan air dalam telur maupun penyebaran air dari putih ke kuning telur. Pengendalian kelembaban udara dalam ruangan yaitu 80 – 90% di butuhkan untuk memperlambat kehilangan air, kadar karbondioksida kira-kira 3% dalam udara akan mengurangi kehilangan CO dan konsentrasi ozon kira-kira 1 ppm akan menghambat pertumbuhan jamur selama penyimpanan dingin.
Pendinginan dengan menggunakan CO pada konsentrasi 60% dalam atmosfer gudang pendingin kadang-kadang dilakukan. Hal ini mempunyai kuntungan mencegah pertumbuhan jamur tanpa menggunakan ozon.
Ø  Perlakuan Penutupan Kulit Telur
Bahn-bahan seperti agar-agar, karet, sabun, gelatin, asam belerang dan bahkan getah kaktus, semuanya telah di pakai sebagai bahan penutup kulit telur. Walaupun begitu kebanyakan orang menggunakan minyak untuk mengawetkan kulit telur. Minyak di letakan pada telur dengan cara penyelupan atau penyemprotan, meskipun teknik yang menggunakan suhu tinggi atau hampa udara dapat juga di gunakan. Teknik penyemprotan bisanya menghasilkan 50 mg minyak yang menutupi permukaan tiap-tiap telur.
Peminyakan bersamaan dengan penyimpanan pada suhu kira-kira 1C dapat mengawetkan telur selama lebih dari 6 bulan dengan hampir tanpa ada perubahan. Pengawetan telur dengan cara ini biasanya menggunakan minyak paravin yang bisa di makan.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mengawetkan telur agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Siapapun bisa melakukan hal tersebut dan tentunya sangat mudah untuk di praktekan, semoga informasi yang saya posting ini dapat bermanfaat buat para pmbeaca sekalian, dan selamat mencoba JJJ...
SUMBER:
Carter, P.C., Egg Quality: A Study of The Hens Egg. Syimposium IV Organised by The Bristsh Egg Marketing Board (Olifier and Boyd Edingurg, 1968)

Bibliography

(t.thn.).
K.A. Buckle, R. E. (1987). Food Science. In h. p. adiono, Ilmu Pangan (p. 365). jakarta: UI-Press.



No comments:

Post a Comment