Sunday, February 21, 2016

Awas ! Bahaya Kantong Plastik Mengintai Kita





Kantong plastik banyak digunakan oleh setiap orang. Kantong plastik ini lebih popular dengan istilah kantong kresek. Kantong kresek memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Bahaya limbah plastik bukan omong kosong belaka.telah banyak penelitian membuktikan dahsyatnya limbah plastik  mendatangkan bahaya termasuk potensi negatifnya dalam mendegradasi lingkungan (kompas, 2010).
Tahu kah anda seberapa besar bahaya kantong plastik bagi lingkungan ? sejak 2009 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) RI telah mengeluarkan peringatan publik tentang bahaya kantong plastik hitam atau yang lebih popular dengan nama kantong kresek (Margianto, H:2013). Sebagian besar dari kantong kresek (terutama yang berwarna hitam) adalah hasil produk daur ulang, dimana bahan yang didaur ulang berasal dari berbagai macam material yang berbahaya bagi kesehatan. Berbahan plastik membutuhkan waktu yang lama untuk proses penghancurannya, untuk dapat menghancurkan plastik, mikroba butuh proses oksidasi. Kendala proses oksidasi secara ideal kantong kresek memakan waktu sekitar seribu tahun lamanya (sigma, 2011).

Berlandasan dasar itulah plastik dikatakan berbahaya dan tidak ramah lingkungan. Mengingat lamanya proses oksidasi yang dibutuhkan plastik untuk hancur. Timbul pertanyaan bagaimana terobosan yang digunakan untuk menangani bahaya limbah kantong kresek?

Teknologi oxium, memberikan campuran bahan aditif pembuat bijih plastik (sigma, 2011). Penambahan bahan tersebut dapat mempercepat masa oksidasi plastik yang semula seribu tahun menjadi dua tahun. Dengan demikian, plastik oxium memiliki keunggulan dapat memecah diri lebih cepat dari kantong kresek biasa. Kantong plastik jenis ini biasa banyak digunakan di minimarket maupun supermarket.  

Terobosan lain untuk mengatasi limbah plastik adalah dengan menggunakan teknologi ecoplast. Plastik ecoplast berasal dari tanaman seperti singkong dan jagung. Namun, bahan yang banyak digunakan saat ini adalah singkong. Hasil penelitian membuktikan bahwa kantong plastik dari singkong dapat terurai dalam jangka 3-6 bulan dilingkungan alami. Kantong plastik ini merupakan polimer biodegredible, yang dapat terurai dialam dengan bantuan miroorganisme dan air (saptorahardjo,A:2012).

Kedua kantong kresek diatas (oxium dan ecoplast) dikategorikan sebagai kantong kresek degradable (sigma, 2011). Kantong kresek inilah yang menjadi terobosan untuk mengatasi limbah plastik. Plastik akan mudah hancur apabila  dipotong kecil. Namun perlu juga diketahui bahwa kantong kresek degradable yang beredar saat ini belum 100% dapat terurai karena bahannya masih terdiri dari campuran bahan plastik biasa. Oleh karena itu, alternative yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan dari limbah plastik antara lain adalah, menggunakan kantong kresek 100% biodegradable. Tentunya unsur dari kantong kresek ini dapat 100% terurai menjadi zat organis yang dapat menyatu dengan tanah. Alternatife yang lain adalah memaksimalkan penggunaan pengganti plastik seperti daun pisang untuk membungkus makanan sementara. Selain itu dapat juga membiasakan menggunakan tas lipat atau tas dari bahan terbarukan.

 

Daftar pustaka

Margianto, H. (2013). awas ! bahaya kantong plasti mengintai kita .retrieved on march 14 ,2013
online, k. mengubah kantong plastik menjadi duit .retrieved on march 14,2013
Saptorahardjo, A. (2012). kantong plastik berbahan singkong mulai dipasarkan . retrieved on march 14,2013


No comments:

Post a Comment