Hiiiiii… jumpa lagi dengan
saya, Rizky Amalia, si cantik dari TMTK C. hahaa..
Artikel yang kedua ini, saya
akan membahas tentang ARGON. Yuk mari langsung saja kita bahas.
Pada tahun 1785, Henry
Cavendish, penemu hidrogen, melewatkan lecutan listrik (electric discharge)
melalui udara untuk membentuk oksida nitrogen -proses serupa terjadi pada badai
petir- kemudian melarutkan oksida ini dalam air untuk membentuk asam nitrat.
Meskipun dengan menggunakan oksigen berlebih, Cavendish tidak mampu membuat
semua udara bereaksi. Ia menyatakan bahwa udara mengandung suatu gas yang tidak
reaktif dan jumlahnya tidak lebih dari 1/120 dari keseluruhan.
Lalu ternyata John Rayleigh dan
William Ramsay mengisolasi gas ini seabad kemudia (1894) dan menamainya argon
yang berasal dari bahasa Yunani argos,
yang berarti “malas” atau “lembam (inert)”. Ketidakmampuannya membentuk senyawa
kimia dengan unsur lain apapun ternyata adalah ciri paling istimewa dari argon.
Berdasarkan volume, udara
mengandung 0,000524% He, 0,001818% Ne, dan 0,934% Ar. Proporsi Kr adalah
sekitar 1 ppm berdasar volume, dan Xe sebesar 0,05 ppm. Atmosfer merupakan
satu-satunya sumber dari semua gas ini kecuali helium.
Tahukah kamu…
Mengapa argon jauh lebih
melimpah di atmosfer dibandingkan gas mulia lainnya?
Sebagian besar gas mulia
telah lepas dari atmosfer sejak Bumi terbentuk, tetapi argon merupakan
pengecualian. Konsentrasi argon tetap sangat tinggi karena argon terus
terbentuk melalui peluruhan radioaktif dari kaliun-40, suatu isotop radioaktif
alami yang cukup melimpah. Helium juga terus diproduksi melalui emisi partikel ɑ oleh proses peluruhan
radioaktif, tetapi karena massa molar helium 10 kali lebih kecil dibandingkan
argon, helium lepas dari atmosfer masuk ke angkasa luar dengan laju yang lebih
tinggi. (Petrucci, 2011) .
Okee itulah pembahasan
singkat mengenai argon. Semoga bermanfaat. Sampai jumpai di artikel
selanjutnya.
Salam
Kikipedia
No comments:
Post a Comment